The Power Of Meteor
Disclaimer : Roy Andri
Rate : T
Genre : Action, Romance
Summary : Apa yang akan kau lakukan jika Tuhan
memberimu sebuah kekuatan super?
Chapter 1 : Awal dari Segalanya
Rey Noya, seorang anak
SMA yang culun memiliki kehidupan yang sangat menyedihkan, ia selalu dibully
oleh teman-temannya, bahkan ia sering dipukuli oleh teman-temannya, karena
sifatnya yang culun tersebut maka tak heran jika Rey tidak berani melawan mereka. Rey memiliki
sahabat yang bernama Gerrard dan Levy, mereka merupakan sahabat terbaik yang
dimiliki Rey, mereka jugalah yang selalu membela Rey jika Rey sedang dikerjai oleh
teman-temannya.
Dihari yang panas
terlihat Rey dan teman-temannya sedang mengikuti pelajaran Matematika, suasana di kelas terlihat sangat
membosankan, guru yang sedang menerangkan pelajaran pun tak dihiraukan oleh
mereka, ada yang sibuk memainkan ponsel mereka, ada yang sibuk berbicara dengan teman sebangkunya
bahkan ada yang tertidur saat pelajaran tersebut.
(scane beralih ke sudut
pandang Rey)
Tak terasa bell panjang
telah berbunyi tanda berakhirnya pelajaran hari ini, aku dan Levy berjalan
menuju pintu keluar sembari berbincang mengenai pelajaran tadi siang. Setelah
berjalan cukup jauh kami melihat ada sebuah sungai yang indah di arah kejauhan.
"Rey, gimana kalau
kita istirahat dulu di pinggir sungai itu, aku udah capek banget nih."
Levy mengajakku untuk
beristirahat di pinggir sungai tersebut, akhirnya kamipun menuju sungai
tersebut untuk beristirahat, sembari menunggu hilangnya rasa lelah aku dan Levy
berbicara berbagai macam hal.
Dari kejauhan terdengar
seorang memanggil kami, aku pun menoleh kebelakang dan ternyata yang memanggil
kami adalah Gerrard, sambil berlari Gerrard datang menghampiri kami.
"Hey, apa yang
sedang kalian lakukan disini"
"Kami lagi istirahat
nih, sambil mandangin keindahan sungai ini.." kata Levy sambil tersenyum.
"Owh, aku boleh
gabung kan?"
"Ya boleh lah,
emangnya kenapa gak boleh?"
"Yah siapa tau aja
aku mengganggu kemesraan kalian, hihi.." kata Gerrard sambil melirik ke
arah Rey
" -_- ya enggak lah,
emangnya kamu pikir kami lagi pacaran? " sangagah Rey kepada Gerrad.
" haha, cuma becanda
doank.."
Saat sedang asik
berbicara tiba tiba ponsel Gerrard berbunyi, ternyata ibunya Gerrard yang
menelepon, terlihat pembicaraan antara Gerrard dengan Ibunya sangat serius,
samar-samar terdengar bahwa kami disuruh pulang secepatnya, selesai berbicara
dengan Ibunya aku pun bertanya kepada Gerrard apa yang ia bicarakan dengan
Ibunya.
Dengan nada yang panik
Gerrard berkata " Hey ayo cepet kita pulang, Ibuku bilang bahwa akan ada
meteor yang jatuh di sekitar sini"
Dengan tenang aku Levy
menjawab, "Memangnya Ibu mu tau dari mana?"
"Ibuku tadi melihat
berita bahwa sebentar lagi akan ada meteor yang jatuh disekitar sini"
"Kalo begitu ayo
segera kita pulang" ujar ku yang mulai panik.
Saat baru berjalan
beberapa langkah, tiba-tiba terasa hembusan angin yang sangat kencang seakan
dapat menyapu semua yang dilewatinya, dari kejauhan terlihat sebuh benda
raksaksa yang biasa disebut meteor turun dari langit semakin mengecil dengan
kecepatan yang dahsyat. Tiba-tiba saja meteor tersebut sudah diatas kepala kami
dan siap untuk menghantam kami. Gerrard dan Levy pun melompat ke arah kiri, aku
yang tak sempat untuk menghindar akhirnya terkena serpihan dari meteor
tersebut, dalam setengah sadar aku mendengar Gerrard dan Levy berteriak
memanggil namaku, akhirnya aku benar-benar tak sadarkan diri.
(scane beralih ke sudut
pandang Gerrard dan Levy)
"Rey!! Kamu
dimana??" panggil Gerrard dan Levy
Setelah beberapa kali memanggilku
akhirnya Gerrard dan Levy menemukanku yang sudah tersungkur di samping lubang
yang terbuat akibat jatuhnya benda tersebut.
"Hey Levy!, itu Rey,
dia gak sadarkan diri" ujar Gerrad
"Ayo cepet kita
kesana" jawab Levy dengan nada yang panik
sesampainya di depan Rey,
mereka mendapati Rey tak sadarkan diri dengan banyak darah segar mengalir dari
kepalanya.
"aaaa!..."
Levy pun teriak histeris
melihat banyaknya darah yang mengalir dari kepala Rey
"Ayo cepat kita bawa
Rey ke rumah sakit" ujar Gerrard
Kamipun membawa Rey ke
rumah sakit, sesampainya di rumah sakit Dokter menyuruh kami menunggu di luar
untuk menunggu hasil pemeriksaan Rey. Setelah beberapa jam menunggu akhirnya
Dokter keluar dari ruang ICU.
"Kalian beruntung
bahwa teman kalian masih selamat, luka yang ada di kepalanya cukup dalam,
hingga hampir mengenai otaknya" ujar Dokter tersebut.
"Syukurlah Dok, Lalu
bagaimana sekarang kondisi Rey?" Ujar Levy dengan nada yang sedikit
tenang.
"Sekarang kondisi
Rey sudah stabil, mungkin beberapa jam lagi dia akan siuman" kata sang
Dokter
"Apakah kami sudah
bisa meliha kondisi Rey?" kata Gerrard dengan raut wajah yang masih
terlihat panik.
"Oh iya boleh, namun
ada satu hal lagi yang harus saya sampaikan kepada kalian, serpihan yang
menempel di kepala teman kalian tersebut sudah
tidak dapat diambil lagi karena serpihan tersebut hampir menyentuh otaknya,
sehingga dikhawatirkan kalau diambil akan mengenai saraf otaknya." terang sang Dokter
"Apa Dok.! jadi seumur hidup Rey harus hidup dengan kondisi
serpihan meteor yang menempel di kepalanya!,
kata Levy dengan nada yang tinggi.
"Betul, hanya itu
satu-satunya cara agaar Rey tetap bisa hidup" kata Dokter
"Kalau begitu ayo
kita cepet masuk liat keadaan Rey" Kata Gerrard.
Saat di dalam kamar
mereka melihat Rey masih terbaring tak sadarkan diri, mereka pun duduk menunggu
sampai Rey siuman. Setelah hampir satu jam menunggu akhirnya Rey pun siuman. Gerrard
dan Levy terlihat sangat sengang, mereka menyuruh Rey untuk tetap tidur dan
beristirahat agar Rey cepat pulih.
Setelah 2 hari
berisirahat akhirnya Rey telah sembuh total, Gerrard dan Levy pun menceritakan
apa yang sudah terjadi kepada Rey dan juga tentang serpiha meteor yang
bersarang dikepalanya. Mendengan hal tersebut Rey pu terkejut dan langsung
bangkit dari tempat tidurnya untuk melihat ke cermin. Rey pun terkejut melihat
bahwa ada serpihan meteor yang menonjol di kepalanya.
(scan berpindah ke sudut
pandang Rey)
"Apa?? sekarang di
kepalaku ada tonjolan bekas serpiha meteror, lalu gimana dengan nasib ku??
sekarang aku jadi jelek T__T"
ujar Rey dengan nada yang agak sedih.
"Yah mau gimana lagi,
kalo serpihan itu dicabut, nyawa kamu juga ikut melayang.. lagian dari dulu
kamu memang udah jelek kok. :v wkwkwk " ujar Gerrad sambil tertawa.
"Hei Gerr, temen
lagi sedih bukannya dihibur malah kamu ketawain." ujar Levy
"Maaf-maaf, aku juga
bermaksud buat ngehibur si Rey, hihhi.." kata Gerrard
"Bukanya ngehibur,
kamu malah nambah penderitaan aku tau.." kata Rey
"iya, iya aku minta
maaf, yaudah kalo gitu kita pulang yuk, udah berapa hari di rumah sakit
nih." ajak Gerrard
"ya udah ayo kita pulang" kata Levy
Setelah itu mereka pun berjalan
keluar dari rumah sakit untuk pulang mengantarkan ku pulang ke rumah. Akhirnya
merekapun sampai di rumah Ku, setelah mengantarkan Aku pulang mereka pun
berpamitan kepadaku untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
Sampai di rumah aku mulai merasakan keanehan pada
diriku, tiba-tiba aku merasakan ada kekuatan yang sangat dashyat mengalir di
dalam tubuhku, aku pun mencoba mengangkat benda-benda berat yang ada di
rumahku, aku sangat terkejut melihat bahwa benda-benda tersebut dapat dengan
sangat mudah untuk aku angkat, aku bagaikan super hero yang memiliki kekuatan
supernatural.
Chapter 2 : Hard Decision
Keesokan harinya aku pun
menceritakan tentang kekuatanku kepada Levy dan Gerrad, awalnya mereka tidak
percaya, namun setelah kuberi sedikit bukti akhirnya mereka percaya kepadaku.
Saat sedang asik
berbicara dengan Gerrard dan Levy tiba-tiba sekelompok geng yang biasa
menjahiliku datang, dan benar saja mereka datang untuk menjahiliku, tiba-tiba
saja salah satu diantara mereka menarik kerah baju ku dan akan menonjokku,
belum sempat mengenai wajahku tonjokan tersebut aku tahan dengan tanganku,
merekapun terkejut bukan main karen aku
yang biasanya hanya bisa pasrah jika digangu mereka sekarang malah berani untuk
melawan mereka.Tiba-tiba sekelompok orang yang tersebut berniat untuk
mengeroyok aku, namun aku bisa dengan mudah untuk melawan mereka, akhirnya
merekapun pergi tanpa mengatkan sepatah kata.
Gerrard dan Levy terkejut
bukan main melihat perubahan pada diriku.
"Wow kau hebat
sekali Rey, sekarang kamu suda berani melawan mereka" ujar Gerry takjub
"Mungkin ini efek
dari serpihan meteor yang bersarang dikepalaku,ada untungnya juga serpihan
Meteor ini :)"
"sekarang kami jadi
punya sahabat yang dapat melindungi kami" kata Levy sambil tersenyum.
Setelah peristiwa
tersebut akhirnya orang-orang yang sering mengganguku tidak berani lagi datang
mengganggu ku.
Sekarang aku menjadi
superhero bagi setiap orang, dengan adanya kekuatan super ini aku bisa membantu
dan menolong setiap orang yang membutuhkan bantuanku.
Aku merasa bahwa sekarang
sudah tidak ada yang bisa menandingiku lagi aku menjadi tinggi hati dan Hingga suatu hari aku mulai merasa ada yang
aneh dengan diriku mulai lepas kontrol dan tak mampu menahan kekuatan ku, ada
sesuatu dalam tubuh ini yang seolah-olah ingin keluar, tubuh ku terasa sangat
panas sehingga membuatku tidak dapat menahan emosi, setiap orang yang menggangu
pemandangan ku langsung aku pukul hingga aku puas.
Aku mulai menyadari bahwa
aku mempunyai sisi gelap, sisi gelap tersebut lah yang membuat kepribadian ku
berubah dan bila sisi gelap ku itu muncul aku menjadi sangat brutal dan penuh
emosi.
Hingga suatu hari, aku
melakukan hal yang sangat tidak kusangka sebelumnya, aku memukul Gerrard hanya
karena ia tidak mau menemani aku pergi ke kantin sekolah. Gerrard pun berlari
menjauh dari ku dengan raut wajah yang sangat kecewa.
Hingga aku tersadar bahwa
aku telah memukul sahabat terbaikku.
"Apa yang telah aku
lakukan? Aku memukul sahabat ku sendiri.." gumam ku tidak percaya
Aku pun berlari mengejar
Gerrard sambil berteriak meminta Gerrard
untuk berhenti.
Setelah berhasil menggeja
Gerrard, aku langsung memeluk Gerrard dan akhirnya cairan bening itu keluar
dari mataku, aku sudah tidak bisa menahannya, aku merasa sangat bersalah dan
berdosa, tak pernah kubayangkan bahwa aku tega memukul sahabat ku sendiri,
sahabat yang selalu ada dalam hidupku.
Aku pun meminta maaf kepada
Gerrard, "Gerr aku minta
maaf,
aku gx bisa menahan
emosi ku"
"Aku sudah maafin
kamu kok, aku tau kamu gx mungkin sengaja mukul aku" jawab Gerrard sambil
tersenyum.
Tiba-tiba Levy datang ia
bertanya apa yang sedang terjadi diantara kami.
"Hei kalian ngapain
sih? Kok pake pelukan segala? Jangan-jangan kalian ada apa-apanya ya?"
Aku pun mengajak Gerrard dan
Levy ke taman belakang kelas untuk menceritakan semua keanehan yang terjadi
padaku, sambil menangis aku menceritakan semuanya pada Gerrard dan Levy. Levy
pun memelukku sambil tersenyum ia berkata "Kamu gak perlu takut Rey kami
akan selalu ada di samping kamu :)"
"Iya Rey, kami pasti
akan bantu kamu buat ngembaliin keadaan kamu ke semula" kata Gerrard
Aku pun merasa sangat
beruntung karena mempunyai Gerrard dan Levy mereka merupakan sahabat terbaik yang aku miliki, hingga
akhirnya berfikir bahwa kekuatan bukan lah segalanya, dengan kekuatan aku hanya
dapat melakukan hal-hal yang tak bisa dilakukan oleh diriku sendiri, namun
dengan sahabat aku dapat melakuka apa yang tak bisa ku lakukan sendiri.
Akhirnya kami mulai
mencari cara bagaimana untuk menghilangkan kekuatan ku ini, hari demi hari tlah
kami lalui, semua cara telah kami coba namun tidak satupun yang berhasil, Namun
kami tidak menyerah dan tetap mencoba berbagai cara untuk mengembalikan keadaan
ku. Tak terhitung berapa banyak kegagalan yang sudah kami alami aku pun mulai
putus asa dan berfikir bahwa selamanya aku tidak akan bisa kembali normal lagi.
"kamu gak boleh
putus asa Rey, pasti ada suatu cara buat balikin keadaan kamu ke semula"
kata Levy menyemangatiku
"Bener kata Levy,
kita akan terus bantuin kamu buat ngembaliin kondisi kamu ke semula"kata
Gerrard dengan nada sedikit percaya diri.
"Makasih ya, kalian
selalu ada dalam hidupku, aku sayang kalian berdua" ujarku sambil memeluk
mereka berdua.
"tut..tut...tut..."
Tiba-tiba ponsel Gerrard berbunyi, lalu gerrard mengambil ponselnya den
melihatnya, ternyata ada sebuah pesan masuk pada ponselnya, dengan raut wajah
yang serius Gerrard membaca pesan tersebut, setelah selesai membacanya Gerrad
menjelaskan bahwa ada meteor lagi yang akan jatuh didaerah mereka, meteor
tersebut berukuran jauh lebih besar dari meteor yang sebelumnya telah jatuh,
Dari pesan tersebut disebutkan bahwa meteor tersebut dapat menyebabkan
kerusakan yang sangat parah, sehingga menyuruh setiap orang untuk mengungsi ke
tempat yang aman.
Tiba-tiba saja aku
terfikir untuk menyelamatkan semua warga dengan kekuatan yang telah diberikan
oleh meteor yang sebelunya jatuh, aku berfikir bahwa kekuatan yang diberikan
kepadaku ini adalah untuk menyelamatkan semua warga.
"Aku akan menahan
meteor itu dan menyelamatkan semuanya !!!" ujarku dengan nada yang
meyakinkan.
"Mana mungkin kamu
bisa Rey, kamu mau mati sia-sia?" kata Levy tidak setuju dengan ide ku
"Iya Rey, meteor itu
kan ukurannya besar banget, mana bisa kamu menahan meteor sebesar itu."
kata Gerrard
"Aku pasti bisa, aku
mungkin ditakdirkan mendapatkan kekuatan dari meteor yang sebelumnya agar aku
bisa menahan meteor yang selanjutnya akan jatuh dan menyelamatkan semua
warga." ujarku meyakinkan Gerrard dan Levy.
"Baiklah rey kalau
itu memang keputusan mu, kami hanya bisa mendukung mu, tapi kamu harus janji
pada kami bahwa kamu harus bisa selamat dari meteor itu" kata Levy dengan
raut wajah setengah tidak setuju.
"Baiklah aku janji
aku pasti akan selamat" ujarku meyakinkan Levy.
Setelah itu kami pun
bergegas menuju ke tempat dimana meteor tersebut akan jatuh,sesampainya di
tempat tersebut, aku menyuruh Gerrard dan Levy untuk menjauh karena aku
khawatir jika serpihan meteor tersebut akan mengenai mereka.
"Kalian harus segera
menjauh dari tempat ini, kalo enggak nanti kalian bisa ikut terkena serpihan
meteor itu." kataku dengan raut wajah khawatir.
"Mana mungkin kami
bisa pergi, sedangkan sahabat kami lagi berjuang untuk menyelamatkan semua
orang" Kata Gerrard dengan nada tinggi.
Sambil menepuk bahu
Gerrard aku berkata"Kalian berdua adalah sahabat terbaikku, kalianlah arti
dari hidupku, aku pasti akan selamat dan bertemu kalian lagi"
Akhirnya mereka mengerti
dan mau menjauh dari tempat itu.
Chapter 3 : Kebahagiaan Yang Sesungguhnya
Sambil berlari menjauh
dari tempat tersebut terlihat Levy menjatuhkan air mata, ia berteriak
"Rey!! Apapun yang terjadi kamu harus kembali!!!"
Sambil tersenyum aku
mengangkat tanganku sambil mengacungkan jempolku tanda bahwa aku pasti akan
kembali.
Hampir satu jam aku
menunggu meteor tersebut datang, tiba-tiba hembusan angin yang sangat dahsyat
menerpaku, hembusan yang pernah kurasakan saat meteor pertama jatuh, namun
hembusan kali ini lebih dahsyat dari hembusan sebelumnya.
Akupun melihat keatas,
dan benar saja meteor tersebut sudah terlihat diatas langit dan dengan cepat
bergerak jatuh menuju ke tempat dimana aku berdiri,
"Akhirnya datang
juga" gumamku
Beberapa saat kemudian
meteor itu sudah berada di atas kepalaku dan dengan sigap aku mengangkat kedua
tanganku untuk menahan jatuhnya meteor itu,
"wusssshhh...
groowwssss" meteor tersebut tepat berada di atas tanganku, dengan sekuat
tenaga aku mencoba menahan jatuhnya meteor tersebut.
"arrrggghhhh...."
akhirnya aku berhasil menahan meteor tersebut, namun setelah itu aku merasa
bahwa aku sudah tidak memiliki tenaga sedikitpun, dengan sisa-sisa tenaga yang
aku punya aku mencoba untuk pergi ke tempat Gerrard dan Levy berada, aku ingin
memberitahu kepada mereka bahwa aku sudah menepati janjiku, tanpa sadar
pandanganku sudah terlihat tidak jelas.
"Apakah ini akhir
dari hidupku? apakah cuma sampai sini? apakah aku sudah tidak bisa bertemu
dengan Gerrard dan Levy, Tuhan aku mohon berikan aku kekuatan sekali lagi untuk
bisa bertemu dengan mereka aku mencintai Levy aku ingin mengungkapkan perasaanku padanya :'( "
gumamku tak karuan.
Akhirnya mataku pun
tertutup dan aku terjatuh di lubang yang terbuat akibat jatuhnya meteor
tersebut.
(scane beralih ke sudut
pandang Gerrard)
"Ger, kayaknya
meteornya sudah berhenti" kata Levy
"iya, akhirnya Rey
berhasil menepati janjinya" kataku dengan gembira
Setelah menunggu cukup
lama, Rey masih belum datang menemui aku dan Levy.
"Ger ayo kita
ketempat Rey, perasaan ku gx enak nih" kata Levy dengan panik.
"iya, ayo kita
kesana"
Akhirnya kami pun
bergegas menuju ke tempat Rey menahan jatuhnya meteor,sesampainya disana Levy
berteriak dengan kencang memanggil nama Rey berkali-kali.
"Rey!Rey! kamu
dimana?"
Aku pun ikut berteriak
memanggi n nama Rey.
"Rey! kamu dimana,
kamu harus bertahan.."
Tiba-tiba saja Levy
berteriak "R-eeeee-y!!!"
Ternyata Levy menemukan
Rey, sambil berlari kami menuju ke tempat Rey terbaring tak sadarkan diri
dengan penuh luka di sekujur tubuhnya.
Levy langsung memeluk Rey
yang terbaring tak bernyawa dan berteriak "Rey..
Rey? Reeyy! Bangun Rey! Reeeey!" Akhirnya setetes cairan bening turun dari
mata Levy. Dia sudah tidak kuat menahan rasa sedihnya. Diguncangnya tubuh tak
bernyawa Rey, berharap itu akan membuat Rey bangun. Tapi percuma. Itu tidak
berguna. Dipeluknya kembali tubuh Rey. Levy berpikir kadang Tuhan itu tidak
adil. Disaat ada seseorang yang benar-benar peduli kepadanya, Tuhan malah
mengambil nyawa orang itu.
"Rey, Rey…. Hiks. Rey, kamu tau? Seumur hidup belum pernah ada orang yang mengorbankan nyawanya buat orang lain. Kamu yang pertama Rey. Aku… Aku tidak tau ini cinta atau apa. Tapi yang jelas disini rasanya sakit." Levy memegang dadanya. Merasakan sakit yang luar biasa disana. "Apa ini rasanya kehilangan orang yang disayangi? Jawab aku Rey, Hiks..."
"Rey, Rey…. Hiks. Rey, kamu tau? Seumur hidup belum pernah ada orang yang mengorbankan nyawanya buat orang lain. Kamu yang pertama Rey. Aku… Aku tidak tau ini cinta atau apa. Tapi yang jelas disini rasanya sakit." Levy memegang dadanya. Merasakan sakit yang luar biasa disana. "Apa ini rasanya kehilangan orang yang disayangi? Jawab aku Rey, Hiks..."
Rey
selalu memberikan perhatian pada Levy. Saat di sekolah, di taman, dan saat mereka
bersama. Levy sadar, dia sama sekali tidak pernah membalas perhatian Rey. Tapi
sekarang semuanya sudah terlambat. Tidak akan ada lagi Rey yang selalu
memperhatikannya. Tidak akan ada lagi Rey yang selalu menyemangatinya. Levy
kembali terisak saat mengingat memori-memori itu
.
"Kamu jahat Rey, kamu pergi tanpa sempat mendengar perasaanku. Setidaknya dengar dulu perasaanku ini. Akua menyayangimu Rey… Jadi kembalilah padaku. Aku masih ingin menghabiskan waktu denganmu. Tuhan, kenapa Kau begitu kejam? Aku belum sempat membalas kebaikan Rey, tolong putar kembali waktuku ya Tuhan. Aku ingin memulai dari awal. Tolong... "
"Kamu jahat Rey, kamu pergi tanpa sempat mendengar perasaanku. Setidaknya dengar dulu perasaanku ini. Akua menyayangimu Rey… Jadi kembalilah padaku. Aku masih ingin menghabiskan waktu denganmu. Tuhan, kenapa Kau begitu kejam? Aku belum sempat membalas kebaikan Rey, tolong putar kembali waktuku ya Tuhan. Aku ingin memulai dari awal. Tolong... "
Air
mata Levy yang jatuh membasahi wajah Rey, membuat Rey seolah juga ikut
menangis tanpa sadar sudah hampir satu
jam Levy menangisi kepergia Rey, hujan pun turun membasahi seluruh permukaan
bumi seolah ikut merasa sedih atas kepergian Rey.
"Ini pasti bohong,
aku pasti bermimpi, Benarkan Gerr aku pasti mimpi kan" kata levy masih
tidak percaya dengan kepergian Rey
"Sudahlah Lev, kamu
jangan nangis terus, Rey judah berjuang dan mati demi kita, kalo kamu nangis terus
ntar dia gak tenang disana." kata ku mencoba menenangkan Levy"
"Hiks, Hiks.. Tapi
Rey sudah janji kalau dia akan kembali bersama kita lagi" kata Levy sambil
menangis.
Tiba-tiba tangan Rey
memegang tangan Levy, dan denyut nadi nya kembali lagi, Levy pun terkejut dan
berteriak "Gerr, Rey hidup lagi" Aku pun terkejut melihat bahwa Rey
telah hidup lagi.
"Rey kamu telah
menepati janjimu" Kataku sambil tersenyum.
"Ayo segera kita
bawa Rey ke rumah sakit" kata levy dengan nada panik
Setaleh itu kamipun
membawa Rey ke rumah sakit, setelah hampir setengah jam Dokter pun selesai
memeriksa Rey, kami pun langsung masuk ke dalam kamar Rey untuk melihat kondisi
Rey, terlihat Rey sudah siuman dan mulai mengajak kami berbicara.
Rey tiba-tiba memegang
kepalanya, ia terkejut bahwa serpihan meteor yang bersarang di kepalanya kini
telah menghilang.
(Scane kembali ke sudut
pandang Rey)
"Wah akhirnya
serpihan meteor itu sudah hilang dari kepalaku, mungkin serpihan itu hancur
ketika aku menahan meteor yang jatuh itu"
"Akhirnya usaha dan
kerja keras mu gak sia-sia Rey" Kata Gerrad
"Ini semua berkat
bantuan kalian, kalo gak ada kalian mungkin hal ini gx mungkin terjadi"
kataku sambil tersenyum.
Setelah beberapa hari
diumah sakit akupun diperbolehkan pulang oleh Dokter, keesokan harinya aku
mulah bersekolah lagi, aku merasa ada yang berbeda dari diriku, aku telah
kembali menjadi diriku yang dulu, diriku yang selalu penuh dengan kebahagian
dari kedua sahabatku.
Tiba-tiba saja Gerrard
memanggilku dan mengajakku untuk berbicara di Taman belakang sekolah, Rey
bercerita padaku tentang semua yang telah terjadi selama aku tak sadarkan diri,
termaksud bagaimana perasaan Levy kepadaku. Aku pun terkejut tak kusangka bahwa
Levy mempunyai perasaan yang sama terhadapku.
Akhirnya kuberanikan diri
untuk mengungkapkan semua perasaan yang telah terpendam ini kepada Levy,
"Lev, sebenarnya
selama ini aku suka sama kamu, mau gak kamu jadi pacar aku?"
"ummm, aku juga
sebenarnya juga suka sama kamu Rey" jawab Levy dengan sedikit malu.
"Jadi kamu mau jadi
pacar aku?" Tanya ku lagi untuk mendengar kepastian dari Levy.
"Iya Rey aku
mau" Jawab Levy
Aku pun merasa sangat
bahagia, dalam hati aku berkata " Terima kasih Tuhan, kau telah memberika
aku sahabat sekaligus kekasih yang sangat baik"
"Wah-wah, ada yang sudah
jadian nih" tiba-tiba saja terdengar suara yang sudah tidak asing lagi
bagiku, benar saja ternyata suara itu adalah suara Gerrard.
"Gerrad? sudah
berapa lama kamu disini?" kata ku kaget.
"Yah belum lama sih,
hihihi" kata Gerard sambil tertawa.
"Iiihh, kamu ini
Gerr,, ternyata suka nguping pembicaraan orang ya." kata Levy dengan raut
wajah malu.
"sudah-sudah, ayo
kita pulang" kata ku sambil tersenyum.
Dengan suasana ceria kami
bertiga bertiga meninggalkan sekolah, aku merasa sangat bahagia karena memiliki
sahabat sekaligus kekasih yang sangat baik,sambil merangkul satu sama lain
sembari aku berharap bahwa persahabatan kami ini tak akan pernah terpisahkan
karena bersama mereka membuatku merasakan arti hidup yang sesungguhnya bahwa bersama mereka ibarat mata dan tangan,
saat mata menangis mata mengusap, saat tangan terluka mata menangis.
[END]
Terimakasih sudah membaca cerita buatan saya, tetep staytune di Shared-4Us untuk update info menarik lainnya. Terimakasih

ConversionConversion EmoticonEmoticon